Rasionalisasi Kesalahan

Pernahkah terjadi pada diri kita,
“harusnya aku bisa lebih dari ini”
kemudian tanpa sadar mencari-cari alasan pembenar,
“ya udah deh. Gak apa-apa. Toh juga bla bla. . .)

Dalam ungkapan Al-Qur’an, ini disebut “akhadzat hul izzatu bi -l itsmi”, dipaksa oleh keangkuhan untuk membela dosanya. Padahal kesalahan tersebut harusnya bisa diminimalisir. Inilah monster mental yang akan mengkerdilkan jiwa. Dari segi internal, seseorang akan menjadi begitu mudah memanfaatkan kesalahan dirinya. Tataran eksternalnya, ia akan mencari2 alasan untuk berdusta.

Mari kita teladani sosok Ka’ab bin Malik saat Rasulullah menanyakan alasannya mengapa tidak ikut Perang Tabuk. Jauh hari ia sudah menyiapkan alasannya (secara, kemampuan argumentasinya tidak diragukan lagi). Tapi akhirnya ia berhasil memenangkan konflik batinnya yang jauh lebih berat daripada 50 hari pemboikotan sosialnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s