Tang Ting Tung yang bikin Dag Dig Dug

Tiap kali laju kereta melambat dan mulai terdengar tang ting tung, saya semakin deg2an. Kenapa? Karena nanti pasti bakalan ada penumpang yang naik dan kedudukan (baca:tempat duduk) saya terancam. Terhitung sejak pertama duduk, saya sudah 2 kali merasakan penggusuran(ow) karena ada yang meminta hak duduknya. Pasalnya, saya hanya punya tiket tanpa nomer gerbong &tempat duduk, artinya tiket berdiri, bung!

Ya, karena beberapa pertimbangan, saya memutuskan balik ke kampus hari ini. Konsekuensinya, sendirian. Padahal biasanya beli tiketnya nitip temen. saya paling males berlama2 di stasiun, hasilnya ya ini, tiket berdiri. Lagian sayang kalau harus berpaling dari si Putih yang diberi nama seperti sungai di Blitar ini. Sayang duitnya. Hohoho. (Dasar! Bilang aja gak punya duit!! )Karena itu juga kali ya mengapa dalam rumah tangga istrilah yang memegang keuangan. Lebih hati2 mengeluarkan uang, kalau tidak mau disebut pelit. Tapi di STAN kok perempuannya dikit ya.

kembali ke tang ting tung..
Setelah merasakan kehidupan nomaden (wualah), di tang ting tung ke sekian, datang seorang bapak memakai topi bertuliskan sebuah merk stasiun TV swasta di Jakarta. Nah benar, yang saya tempati sesuai dengan nomer di tiket beliau. Ketika saya siap2 mau mengungsi (lagi), bapak itu bilang, “gakpapa mbak, di situ ja dulu” kemudian pergi meninggalkan saya yang hanya melongo. Dan ternyata si bapak duduk di bawah dekat pintu. ow, jadi gak enak..

Deg2an masih berlanjut. kira2 si bapak kesini lagi tidak ya meminta haknya??

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s